2012年3月31日土曜日

kangen ...........

Maret Akhir

Sabtu 31 Maret,
 Hari ini menanti kangmas pulang dari tugas, kangen hehehehehe....
Rasane nunggu sampai ntar malem gak sabar deh, pingin cerita banyak soale hanya sama kangmas bisa ngobrol enak pake bhs.Ind. Tiap hari ngomong jepun kok kadang merasa capek juga yah :)
Anak-anak gak mau sih belajar bhs.Ind, hiks. Paling kadang kami komunikasi campuran bhs.Inggris , duuh tapi saya juga gak pinter inggrisan je kacau balau.
Wah tapi kalau kangmas pulang pasti dikuasai oleh anak-anak, mereka langsung nyerocos banyak. Mamane terpaksa ngalah, diem nunggu kesempatan dikit2 aja tuk omong.
Padahal besok pagian gantian kami yang mau main ke Okinawa 4 hari, kapan bisa ngobrol banyak sama kangmas ?
Sekian cerita hari ini,  cerita galau ^_^

2012年3月5日月曜日

Awal

Seorang ibu yang mempunyai 2 anak, putri berumur 12 tahun & putra 8tahun. Merasakan kebahagiaan sebagai ibu bisa mempunyai anak lengkap putra & putri, kami merasa cukup 2anak saja.
Pada awalnya merasakan sangat senang, bahagia .. pokoke segalanya deh. Tapi dengan berjalannya waktu, anak bertambah besar, mempunyai kegiatan /kesibukannya masing-masing. Mulailah merasakan kesepian disaat-saat tertentu. Terkadang merasakan kesepian di tengah tawa riuh/celotehan anak-anak. Walau kadang bisa juga mengikuti /memasuki dunia anak, tetapi terkadang sangat sulit saya lakukan. Apakah karena sifat pendiam saya pribadi ataukah karena keterbatasan kemampuan berbahasa saya? Saya mengerti dengan resiko mempunyai suami beda bangsa, tetapi dalam kenyataannya ternyata sulit untuk menjalaninya.
Dengan keterbatasan kemampuan berbahasa, atau memang karena saya yang terlalu pendiam & mengalah. Pada saat anak- anak bercerita riuh rame, terkadang saya kurang mengerti apa cerita mereka dan saya memilih diam hanya mendengarkan & merasakan kesepian tersendiri. Ataukah saya yang terlalu perasa?
   Apakah salah saya yang kurang pintar atau memang arah obrolan mereka tentang dunia anak yang kurang saya ketahui? Saya pikir cukup mengerti tentang dunia mereka, sering ikut menonton acara film anak, anime & juga ikutan main game dengan mereka. Tetapi tetap saja ada saat tertentu saya merasakan kesepian, tidak bisa mengerti &memasuki obrolan mereka. Mereka asyik sekali bercanda, bercerita sementara saya hanya jadi pendengar dengan sesekali berkomentar atau samasekali diam. Juga pada saat mereka sekolah, & sibuk dengan kegiatannya masing-masing  seharian betul-betul merasakan kesepian  dan sendiri.
     Apakah ibu-ibu lain pernah merasakan juga hal seperti ini? Saya merasakan bahagia, senang mempunyai 2anak, jadi mereka tidak kesepian karena bisa saling cerita & bermain bersama. Selama mereka bermain saya bisa bebas bertugas mengerjakan kerjaan rumah atau melakukan kegiatan tersendiri. Senang tetapi sedih juga karena merasa bahwa mereka seperti sudah tidak memerlukan saya, karena mereka bisa saling tanya, saling bantu dan lain-lain. Beginikah rasanya seorang ibu yang memiliki anak beranjak besar?

Maret

Niru mba Ati bikin blog, coba2 nulis alias curhat di blog.
Maret ini akhire memutuskan tuk mulai nulis curhat pas ultah ben kelingan awal bikin blog.
^_^