Seorang ibu yang mempunyai 2 anak, putri berumur 12 tahun & putra 8tahun. Merasakan kebahagiaan sebagai ibu bisa mempunyai anak lengkap putra & putri, kami merasa cukup 2anak saja.
Pada awalnya merasakan sangat senang, bahagia .. pokoke segalanya deh. Tapi dengan berjalannya waktu, anak bertambah besar, mempunyai kegiatan /kesibukannya masing-masing. Mulailah merasakan kesepian disaat-saat tertentu. Terkadang merasakan kesepian di tengah tawa riuh/celotehan anak-anak. Walau kadang bisa juga mengikuti /memasuki dunia anak, tetapi terkadang sangat sulit saya lakukan. Apakah karena sifat pendiam saya pribadi ataukah karena keterbatasan kemampuan berbahasa saya? Saya mengerti dengan resiko mempunyai suami beda bangsa, tetapi dalam kenyataannya ternyata sulit untuk menjalaninya.
Dengan keterbatasan kemampuan berbahasa, atau memang karena saya yang terlalu pendiam & mengalah. Pada saat anak- anak bercerita riuh rame, terkadang saya kurang mengerti apa cerita mereka dan saya memilih diam hanya mendengarkan & merasakan kesepian tersendiri. Ataukah saya yang terlalu perasa?
Apakah salah saya yang kurang pintar atau memang arah obrolan mereka tentang dunia anak yang kurang saya ketahui? Saya pikir cukup mengerti tentang dunia mereka, sering ikut menonton acara film anak, anime & juga ikutan main game dengan mereka. Tetapi tetap saja ada saat tertentu saya merasakan kesepian, tidak bisa mengerti &memasuki obrolan mereka. Mereka asyik sekali bercanda, bercerita sementara saya hanya jadi pendengar dengan sesekali berkomentar atau samasekali diam. Juga pada saat mereka sekolah, & sibuk dengan kegiatannya masing-masing seharian betul-betul merasakan kesepian dan sendiri.
Apakah ibu-ibu lain pernah merasakan juga hal seperti ini? Saya merasakan bahagia, senang mempunyai 2anak, jadi mereka tidak kesepian karena bisa saling cerita & bermain bersama. Selama mereka bermain saya bisa bebas bertugas mengerjakan kerjaan rumah atau melakukan kegiatan tersendiri. Senang tetapi sedih juga karena merasa bahwa mereka seperti sudah tidak memerlukan saya, karena mereka bisa saling tanya, saling bantu dan lain-lain. Beginikah rasanya seorang ibu yang memiliki anak beranjak besar?
0 件のコメント:
コメントを投稿